Sejarah Paroki

Pada tanggal 23 Agustus 1995, Uskup Agung Jakarta saat itu, alm. Mgr. Leo Sukoto, dalam surat pengangkatan no. 1270/4.4.12/95, menetapkan Pater Alexius Dato Lelangwayan, SVD menjadi pastor kepala Paroki Santo Bartolomeus, Taman Galaksi, Bekasi Selatan. Sebulan kemudian, tepatnya 20 September 1995, Uskup Agung Jakarta, dalam Surat Keputusan (SK) no. 1479/3.25.3/95, mengangkat Pengurus Gereja dan Dana Papa/Dewan Pengurus perdana Paroki St. Bartolomeus (PGDP/DP). Sejak saat itu Paroki Santo Bartolomeus resmi menjadi paroki ke-50 di Keuskupan Agung Jakarta (KAJ), sekitar satu bulan setelah Republik Indonesia merayakan 50 tahun kemerdekaannya.

Peran Uskup Agung Jakarta, alm. Mgr. Leo Soekoto, sangat besar dalam mendorong pendirian gereja. Beliau memberikan pesan kepada umat, Jika Pemda Bekasi saja sudah berbuat baik dengan memberikan banyak kemudahan dalam perizinan, maka umat harus bersedia berbuat lebih baik lagi dan memberikan lebih banyak lagi buat gereja.

Mengapa Memilih Nama Pelindung Santo Bartolomeus?

Mungkin tidak banyak yang mengetahui bahwa nama Gereja sekarang awalnya diusulkan dengan nama Sancta Maria Gratia Plena. Hal ini disebabkan karena Rahmat Ilahi benar-benar tampak saat pendirian gereja dimulai pada bulan Oktober 1993. Bulan Oktober merupakan bulan Santa Maria Penuh Rahmat (Sancta Maria Gratia Plena). Namun KAJ kurang setuju dengan nama tersebut karena nama Latin tidak dimengerti banyak orang. Selain itu sudah terlalu banyak nama Maria sebagai pelindung di gereja-gereja lain. KAJ mengusulkan nama salah satu dari para rasul dan akhirnya dipilih nama Santo Bartolomeus.

Bartolomeus berarti Anak Tolmai. Rasul Yohanes dalam Injilnya tidak mengatakan apa-apa tentang rasul yang disebut Bartolomeus itu. Yohanes hanya menulis tentang seseorang yang dinamakan Natanael, sahabat karib Filipus yang kemudian mengikuti Yesus (Yoh 1: 45-51). Atas dasar ini, banyak sejarahwan dan ahli Kitab Suci menyimpulkan bahwa kedua nama itu, Bartolomeus dan Natanael, menunjuk pada orang yang sama. Kemungkinan Bartolomeus pun adalah sahabat karib Yohanes. Dalam perjanjian baru, nama Bartolomeus ditemukan pada ketiga Injil Sinoptik: Matius 10:3, Markus 3:18 dan Lukas 6:14, dan didalam Kisah Para Rasul 1:13. Ia bukanlah seorang nelayan seperti empat rasul lainnya: Andreas, Yohanes, Simon dan Filipus, yang berasal dari Betsaida dan dikenal sebagai nelayan danau Genesareth.

Ia seorang petani, karena berasal dari Kana, sebuah kampung yang cukup jauh dari danau Genesareth. Lagipula nama ayahnya Tolmai berarti petani. Dua alasan itu diperkuat lagi oleh peristiwa pertemuannya dengan Filipus di kebunnya di bawah pohon ara (Yoh 1:45-51).

Yohanes dalam injilnya menggambarkan Bartolomeus sebagai seorang yang jujur dan tulus, bahkan oleh Yesus dia disebut Orang Israel sejati, yang kemudian menjadi murid setiawan Yesus. Pada peristiwa penampakan Yesus kepada 7 orang rasul-Nya di tepi danau Tiberias, Bartolomeus juga hadir menyaksikan peristiwa itu. Pada hari Pentekosta, oleh kekuatan Roh Kudus, Bartolomeus menjadi salah satu pendekar Gereja yang mewartakan Injil ke berbagai tempat.

Eusebius, sejarahwan Gereja dari Kaesarea (260-340), dalam bukunya Historia Ecclesiastica, menceritakan bahwa Bartolomeus menjadi pewarta Injil Kristus dibelahan dunia timur. Santo Hieronimus (340-420), pelanjut karya Eusebius, mengisahkan bahwa Pantaenus Aleksandria, ketika mewartakan Injil di India pada awal abad ketiga, menemukan buktibukti kuat tentang karya misioner rasul Bartolomeus. Kepada Pantaenus, orangorang India menunjukkan satu salinan Injil Mateus yang ditulis dalam bahasa Ibrani untuk membuktikan bahwa mereka (orangorang India) telah diajar oleh Bartolomeus kirakira satu setengah abad yang lalu. Hieronimus selanjutnya menjelaskan bahwa Pantaenus kemudian membawa salinan Injil Mateus itu ke Aleksandria. Catatancatatan Gereja lainnya tentang periode ini berbicara tentang Bartolomeus yang mewartakan Injil di Hierapolis, Asia Kecil. Di sana Bartolomeus berkarya bersamasama dengan Filipus. Sepeninggal Filipus dan pembebasannya dari penjara, Bartolomeus mewartakan Injil di provinsi Likaonia, Asia Kecil. Bangsa Armenia pun menyebut Bartolomeus sebagai rasul mereka. Mereka mengatakan bahwa Bartolomeuslah orang pertama yang menobatkan mereka hingga meninggal sebagai martir Kristus di Albanopolis, tepi Laut Kaspia, pada masa pemerintahan Astyages, Raja Armenia. Selain berkarya diantara orangorang Armenia, Bartolomeus juga berkarya di Mesopotamia, Mosul (Kurdi, Irak), Babilonia, Kaldea, Arab dan Persia.

Semoga umat dapat meneladani sikap dan keberanian Santo Bartolomeus, sebagai pelindung Gereja mereka.

Sejarah paroki selengkapnya dapat dibaca di Buku “Meniti Jejak – 20 Tahun Perjalanan Penuh Syukur Paroki Taman Galaxi”.